Unhas-MTRC Kembangkan Penginderaan Jarak Jauh Bidang Kemaritiman

Urwatul Wutsqaa - detikSulsel
Selasa, 02 Agu 2022 19:00 WIB
Rektor Unhas bersama pihak MTCRC
Foto: Dokumentasi Humas Unhas
Makassar -

Universitas Hasanuddin (Unhas) melakukan kerja sama dengan Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) untuk memperkuat sektor kemaritiman. Dalam kesepakatan kerja sama antara Unhas dan MTRC, salah satu aspek yang akan didorong adalah teknologi penginderaan jarak jauh.

"Ada beberapa sektor yang akan dikembangkan dengan adanya MoU ini yakni Ilmu dan Teknologi Kelautan, Perikanan, dan Teknologi Penginderaan Jauh termasuk Satelit Laut. Selanjutnya saya berharap kolaborasi ini kita jaga bersama dan berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Memberikan manfaat bagi banyak pihak khususnya untuk kemajuan kemaritiman," ujar Direktur Korea MTCRC Mr. Hansan Park melalui keterangan tertulis yang diterima, Selasa (2/7/2022).

MTCRC merupakan pusat penelitian bersama antar pemerintah di bidang Ilmu dan Teknologi Kelautan antara Korea dan Indonesia. Kerja sama MTRC oleh pihak Korea diwakili oleh KIOST (Korea Institute of Ocean Science and Technology) atas nama MOF (Ministry of Oceans and Fisheries), sedangkan Indonesia diwakili oleh ITB dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.


Setelah penandatanganan kerja sama tersebut, Hansan menyampaikan apresiasinya terhadap keterlibatan Unhas dalam kerja sama bidang kemaritiman dengan MTRC. Ia berharap, kolaborasi yang dilakukan Unhas dengan MTRC dapat mengembangkan program kemaritiman di Indonesia.

"Saya merasa gembira kedua institusi ini bisa berkolaborasi membentuk satu platform kerjasama, untuk mengembangkan program terkait kemaritiman," ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Hasanuddin Prof Jamaluddin Jompa juga menyampaikan dukungannya dalam pengembangan kemaritiman di Indonesia. Menurutnya, bidang kemaritiman di Indonesia bisa membantu mendorong perekonomian masyarakat jika dikelola dengan baik.

"Bidang kemaritiman merupakan hal krusial yang harus mendapatkan perhatian bersama. Sektor kelautan dan perikanan secara umum merupakan bagian yang bisa mendorong perekonomian masyarakat," ujar pria yang akrab disapa Prof JJ itu.

Ia juga menambahkan, pengelolaan secara berkelanjutan sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan dampak positif yang bisa dibawa untuk kedua negara.

"Dibutuhkan pengelolaan yang baik dan berkelanjutan agar kemaritiman bisa dioptimalkan dan memberikan dampak bukan hanya bagi Indonesia maupun Korea. Tapi kepada dunia secara umum. Untuk itu, kolaborasi berbagai pihak sangat dibutuhkan," ujar Prof JJ.



Simak Video "Detik-detik Mahasiswa Baru Unhas Diusir Lantaran Pilih Non-Binary"
[Gambas:Video 20detik]
(urw/asm)