Papua

Indikator Nyala, Pesawat Lion Air 136 Penumpang Dialihkan Mendarat di Biak

Tim detikNews - detikSulsel
Selasa, 02 Agu 2022 17:18 WIB
Lion Air Boeing 737-900ER
Foto untuk ilustrasi pesawat Lion Air: (dok Lion Air Group)
Biak -

Pesawat Lion Air JT-3944 rute Sorong-Manokwari (MKW) yang membawa 136 orang penumpang dikabarkan mendadak mendarat di Biak, Papua setelah indikator di kokpit memberikan informasi bahwa komponen pesawat harus dicek. Pengalihan tersebut dilakukan demi memastikan aspek keamanan penerbangan.

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan pesawat itu terbang dari Bandara Dominie Eduard Osok, Sorong, menuju Badara Rendani, Manokwari. Danang menyebut penerbangan itu sudah sesuai dengan SOP.

"Pengalihan pendaratan di bandar udara tujuan alternatif (divert) yaitu Biak sebagai upaya memastikan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan," kata Danang melalui keterangan resmi yang diterima, dilansir dari detikNews, Selasa (2/8/2022).


Penerbangan JT-3944 itu dilaporkan membawa 136 penumpang. Danang sekali lagi memastikan pesawat telah menjalani pemeriksaan lebih awal (pre flight check) dan dinyatakan laik serta aman dioperasikan sebelum berangkat.

Indikator Kokpit Nyala

Pesawat tersebut berangkat dari Sorong Selasa (2/8/2022), pukul 07.25 WIT dan dijadwalkan mendarat di Bandar Udara Rendani pukul 08.10 WIT. Namun saat hendak mendarat indikator kokpit pesawat menginformasikan ada komponen pesawat yang harus dicek.

"Ketika persiapan proses pendaratan, ada salah satu indikator di kokpit yang menginformasikan atau menunjukkan bahwa ada komponen tertentu yang harus segera dilakukan pengecekan dengan membutuhkan landas pacu (runway) lebih panjang," jelasnya.

Karena indikator kokpit yang tiba-tiba menyala itu, pilot lantas membatalkan pendaratan di Bandara Rendani, Manokwari. Pesawat pun mendarat di Biak.

"Untuk itu, pilot memutuskan menunda atau membatalkan pendaratan di Bandar Udara Rendani dan melakukan pengalihan pendaratan di bandar udara alternatif (divert) yaitu Bandar Udara Frans Kaisiepo di Biak, Papua (BIK)," ucapnya.

Menurut Danang, pesawat mendarat di Biak pukul 08.29 WIT dan sudah sesuai SOP penerbangan. Dia menyebut keputusan pemilihan pengalihan di Biak dikarenakan Bandara Frans Kaisiepo memiliki panjang landas pacu 3.900 meter.

"Pesawat mendarat secara normal di Biak. Setelah posisi pesawat tepat pada tempatnya yaitu di landas parkir, dalam upaya memberikan rasa kenyamanan kepada penumpang, seluruh penumpang diarahkan menuju ruang tunggu," katanya.

Setelah menunggu, para penumpang kembali melanjutkan perjalanannya menuju Manokwari dengan menggunakan pesawat pengganti yakni Boeing 737-900ER registrasi PK-LFF dan telah menjalani pemeriksaan dan dinyatakan laik serta aman dioperasikan. Para penumpang berangkat dari Biak pukul 11.37 WIT dan tiba di Bandara Rendani pukul 12.30 WIT.

"Penerbangan JT-3944 mengudara dari Biak pukul 11.37 WIT dan dijadwalkan tiba di Bandar Udara Rendani, Manokwari pukul 12.30 WIT. Lion Air telah menjalankan pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku. Lion Air menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul," pungkas Danang.



Simak Video "Pesawat Latih Mendarat Darurat di Banyuwangi, Pilot-Penumpang Selamat"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/asm)