Bacaan Takbiran Idul Adha 2022, Lengkap Beserta Arti dan Waktunya

Tim detikEdu - detikSulsel
Sabtu, 09 Jul 2022 18:14 WIB
Masjid Raya Bintaro Jaya di Tangerang Selatan menggelar malam takbiran Idul Fitri secara terbatas. Tidak ada kerumunan di masjid saat takbiran berlangsung.
Ilustrasi (Foto: Andhika Prasetia)
Jakarta -

Bacaan takbiran Idul Adha mulai dikumandangkan pada hari Arafah atau 9 Dzulhijjah. Mengumandangkan takbir menjelang Idul Adha merupakan salah satu sunah bagi umat muslim.

Berbeda dengan Idul Fitri, mengumandangkan takbiran saat Idul Adha dilaksanakan pada waktu khusus. Menurut pendapat shahih di antara pendapat para ulama, takbiran Idul Adha dapat dilakukan sejak waktu fajar pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga akhir hari tasyrik (13 Dzulhijjah). Beberapa pendapat menyebutnya setelah waktu Ashar.

Melansir detikEdu, sunnah mengumandangkan takbir saat Idul Adha dijelaskan oleh Abdullah bin Mubarak Al-Bushi dalam Ensiklopedi Ijma' Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Disebutkan bahwa dalil kesunahan ini bersandar pada hadis yang diriwayatkan oleh Ad-Daruquthni dari Jabir dan berdasarkan ijma' para pemuka sahabat.


Berikut bacaan takbiran Idul Adha 2022:

Bacaan Takbiran Idul Adha dan Artinya

للهُ اكبَرْ, اللهُ اكبَرْ اللهُ اكبَرْ لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُوَِللهِ الحَمْد

Allaahu akbar allaahu akbar allaahu akbar. laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar wa lillaahilhamd

Artinya: "Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar. Tidak ada tuhan melainkan Allah, dan Allah maha besar, Allah maha besar dan segala puji bagi Allah."

Selain itu, ada bacaan takbiran Idul Adha dalam versi panjang, berikut lafaznya:

للهُ اكبَرْ, اللهُ اكبَرْ اللهُ اكبَرْ لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُوَِللهِ الحَمْد

اللهُ اكبَرْ كبيْرًا والحَمدُ للهِ كثِيرًا وَسُبحَانَ اللهِ بُكرَةً واَصِيلا، لااله اِلااللهُ ولانعْبدُ الاإيّاه، مُخلِصِينَ لَه الدّ يْن، وَلَو كَرِهَ الكَا فِرُون، وَلَو كرِهَ المُنَافِقوْن، وَلَوكرِهَ المُشْرِكوْن، لاالهَ اِلا اللهَ وَحدَه، صَدَق ُوَعْدَه، وَنَصَرَ عبْدَه، وَأعَزّجُندَهُ وَهَزَمَ الاحْزَابَ وَاحْدَه، لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر، اللهُ اكبَرُ وَِللهِ الحَمْ

Allaahu akbar allaahu akbar allaahu akbar. laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar wa lillaahilhamd

Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wasubhaanallaahi bukrataw wa ashillaa. Laailaaha illallallahu walaa na'budu illaa iyyaahu. Mukhlishiina lahuddiin walau karihal kaafiruun. Walau karihal munafiqun. Walau karihal musyrikuun.

Laailaahaillallaahu wahdah, shadaqa wa'dah, wanashara 'abdah wa a'azza jundah, wahazamal ahzaaba wahdah.

Laailaahaillallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahilhamd.

Artinya: "Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar. Tidak ada tuhan melainkan Allah, dan Allah maha besar, Allah maha besar dan segala puji bagi Allah.

Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-sebanyak puji, dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam, meskipun orang-orang kafir, orang-orang munafik, orang-orang musyrik membencinya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dengan ke Esa anNya, Dia zat yang menepati janji, zat yang menolong hamba-Nya dan memuliakan bala tentara-Nya dan menyiksa musuh dengan ke-Esa-anNya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji hanya untuk Allah

Saksikan juga Sudut Pandang minggu ini: Jalur Maut Perlintasan Kereta.

[Gambas:Video 20detik]



(tau/ata)