Pendukung Penghina Nabi di India Dibunuh dengan Sadis

Berita Internasional

Pendukung Penghina Nabi di India Dibunuh dengan Sadis

Tim detikNews - detikSulsel
Senin, 04 Jul 2022 10:45 WIB
ilustrasi pembunuhan
Ilustrasi pembunuhan. Foto: detik
India -

Kasus pembunuhan pendukung Nupur Sharma, politikus India yang dianggap menghina Nabi Muhammad kembali terjadi. Kasus terbaru menimpa seorang ahli kimia bernama Umesh Kolhe di kota Amravati, Maharashtra pada 21 Juni.

Dilansir dari detikNews, Senin (4/7/2022), Umesh Kolhe ditikam hingga tewas. Polisi menduga pembunuhan brutal itu terjadi tak lama setelah dia menulis postingan mendukung Nupur Sharma di Facebook.

Sementara pelaku yang telah diidentifikasi sebagai Irfan Khan (32) merupakan pemilik sebuah LSM dari Nagpur juga telah ditangkap kepolisian setempat. Sedikitnya ada tujuh orang yang telah ditangkap sejauh ini.


Polisi kota Amravati menangkap Irfan Khan karena diduga berperan merencanakan pembunuhan Umesh Kolhe. Hal ini disampaikan oleh komisaris polisi kota Dr Aarti Singh.

Sebelum menangkap Irfan Khan, polisi setempat juga telah menangkap Mudassar Ahmed alias Sonu Raza Sheikh Ibrahim (22), Shahrukh Pathan alias Badshasha Hidayat Khan (25), Abdul Taufik alias Nanu Sheikh Taslim (24), Shoeb Khan alias Bhurya Sabir Khan (22), Atib Rashid Aadil Rashid. (22) dan Yusuf Khan Bahadur Khan (44) sehubungan dengan pembunuhan Kolhe.

Sebelum kasus pembunuhan Umesh Kolhe, warga India juga sempat dihebohkan dengan pembunuhan seorang penjahit beragama Hindu yang dipenggal kepalanya. Pria itu bernama Kanhaiya Lal.

Pembunuhan itu bahkan disiarkan secara online. Kanhaiya Lal diduga turut mendukung Nupur Sharma yang ramai dikecam karena menghina nabi.

Polisi kemudian menangkap 4 orang terkait kasus pembunuhan Kanhaita. Dua di antaranya merupakan dalang pembunuhan.

"Kami sekarang menangkap dua dalang utama dan sebelumnya kami telah menangkap dua pria yang melakukan kejahatan keji ini," kata pejabat senior Kepolisian Udaipur, Prafulla Kumar, dalam pernyataannya.

Laporan sebelumnya menyebutkan bahwa dia dipenggal dengan pisau besar oleh kedua pelaku, yang merekam aksi kejinya dengan kamera dan videonya diunggah secara online.

Para pelaku pembunuhan itu mengatakan aksi keji mereka merupakan respons terhadap dukungan yang disampaikan korban kepada Nupur Sharma, politikus dan juru bicara BJP yang dipecat dari jabatannya setelah menuai kontroversi dengan ucapannya yang menghina Nabi Muhammad dalam debat televisi setempat.

Kasus ini kemudian telah mengakibatkan makin renggangnya hubungan antara warga Hindu yang merupakan mayoritas dan warga Muslim yang minoritas di India.

Kondisi tersebut juga sampai membuat otoritas India melarang kegiatan berkumpul dan memutus akses ke internet sementara waktu, demi mencegah kerusuhan sektarian.

Kemudian pada Jumat (1/7) waktu setempat, para hakim Mahkamah Agung India menyatakan Sharma harus meminta maaf kepada seluruh bangsa atas ucapannya yang meningkatkan perselisihan agama di India dan memicu kemarahan negara-negara mayoritas Muslim hingga menyebabkan ketegangan diplomatik.

Di India, sedikitnya dua demonstran tewas akibat tembakan polisi dalam unjuk rasa memprotes ucapan kontroversial Sharma. Perdana Menteri (PM) Narendra Modi yang dinaungi BJP belum memberikan komentarnya atas kontroversi itu.

Dalam pernyataan terpisah, Dewan Hukum Pribadi Muslim Seluruh India menyebut pembunuhan itu 'sangat terkutuk', dan menyebutnya jelas bertentangan dengan hukum India dan hukum Islam.

Korban yang diidentifikasi sebagai Kanhaiya Lal Teli, dilaporkan sempat membagikan postingan media sosial yang mendukung Sharma.



Simak Video "Perampok di Chili Sebar Rp 160 Juta di Jalan Hasil Jarahannya"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/sar)