Sulawesi Tenggara

Jurus KKP Genjot Produksi Kawasan Budidaya Rumput Laut di Wakatobi

Angga Laraspati - detikSulsel
Rabu, 08 Jun 2022 16:28 WIB
Sakti Wahyu Trenggono
Foto: KKP
Jakarta -

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melakukan soft launching Kampung Budidaya Rumput Laut di, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, hari ini. Menurutnya, tujuan kampung budidaya adalah untuk membantu meningkatkan kualitas dan volume produksi.

"Saat ini potensi kawasan yang termanfaatkan belum optimal, tahun depan kita harap bisa meningkat menjadi 450 hektare sesuai potensi yang ada," ungkap Trenggono dalam keterangan tertulis, Rabu (8/6/2022).

Adapun peresmian Kampung Budidaya Rumput Laut yang terletak di Desa Liya Bahari, Kecamatan Wangi Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Laut Sedunia (World Ocean Day) tahun 2022.


Sebagai tahap awal, KKP memberikan bantuan lima paket kebun bibit serta sarana budidaya meliputi tali, pelampung, dan bibit hasil kultur jaringan. Bantuan akan terus ditambah sehingga target perluasan area budidaya menjadi 450 hektare pada 2023 bisa terealisasi.

Untuk mendukung lancarnya aktivitas budidaya rumput laut dengan luasan 450 hektare tersebut, paling tidak dibutuhkan 45 hektare kebun bibit. Untuk itulah, dia meminta jajarannya di Ditjen Perikanan Budidaya untuk melakukan pembangunan kebun bibit seoptimal mungkin.

"Implikasi dari optimalisasi potensi, tentu industri bisa hadir sehingga ekonomi masyarakat pembudidaya bisa terus tumbuh. Dengan demikian nilai tukar pembudidaya juga bisa meningkat," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Wakatobi Haliana berterima kasih atas bantuan lima paket kebun bibit yang disalurkan KKP. Menurutnya, hambatan para nelayan selama ini memang berada di bibit yang kurang berkualitas.

Dari 3.000 ton produksi, sebagian besar merupakan rumput laut jenis Eucheuma spinosum yang harganya di kisaran Rp 6.000 sampai Rp 8.000 per kilogram. Sedangkan jenis Eucheuma cottonii yang harganya empat kali lebih tinggi, produksinya masih minim.

"Dengan adanya kebun bibit ini mudah-mudahan bisa membantu persoalan bibit yang selama ini dihadapi pembudidaya. Jika persoalan bibit ini diatasi, nilai produksi yang tadinya Rp 43 miliar tentu bisa meningkat lagi," terangnya.

Sebagai informasi, kampung perikanan budidaya merupakan satu dari tiga program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan. Melalui program pembangunan ini, KKP juga memberikan dukungan pinjaman modal dan pasar, hingga pendampingan kepada para pembudidaya untuk meningkatkan kapasitas pembudidaya.

Untuk peringatan Hari Laut Sedunia 2022 di Wakatobi diisi dengan berbagai kegiatan yang selaras dengan tema yang diusung KKP yakni Revitalisasi Sektor Kelautan dan Perikanan dengan Ekonomi Biru.

Selain soft launching Kampung Budidaya Rumput di Desa Liya Bahari, KKP juga menggelar aksi bersih-bersih pesisir di kampung nelayan Suku Bajo di Desa Mola Utara. Kemudian pameran produk UMKM dan kampanye Gemar Ikan yang menyasar masyarakat dan para pelajar.

(fhs/ega)