Ahli Ungkap Ikan Kerapu Raksasa Bisa Hidup Sampai 100 Tahun

Al Khoriah Etiek Nugraha - detikSulsel
Minggu, 05 Jun 2022 19:27 WIB
Ikan kerapu raksasa ditangkap nelayan Buton.
Ikan kerapu raksasa yang ditangkap nelayan di Buton. Foto: Dok. Istimewa
Makassar -

Baru-baru ini publik dibuat heboh dengan penangkapan 2 ikan kerapu raksasa oleh nelayan Sulawesi di daerah berbeda, yakni di Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan berat 143 kilogram, dan di Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan berat 300 kilogram. Menrut ahli, ikan kerapu raksasa rata-rata berusia 40 tahun dan bisa sampai 100 tahun.

2 Ikan kerapu dari Buton dan Selayar itu bikin heboh selain karena ukurannya yang mencapai ratusan kilogram, juga memiliki besar yang sama dengan manusia dewasa. Bahkan yang ditangkap nelayan Selayar panjangnya mencapai 3 meter lebih.

Menurut pakar perikanan dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Iqbal Burhanuddin, laut Indonesia termasuk perairan Sulawesi memang terdapat banyak jenis ikan kerapu. Sedikitnya ada 8 jenis yang berada di wilayah perairan Indonesia.


Namun, jika melihat foto-foto ikan kerapu raksasa yang ditangkap di perairan Sulawesi, dia menduga ikan tersebut berjenis kerapu lumpur.

"Saya juga belum tahu pasti jenisnya itu, tapi kalau saya lihat foto-fotonya keliatannya itu ikan kerapu lumpur," ujarnya kepada detikSulsel, Jumat (3/5/2022).

Nelayan tangkap ikan kerapu raksasa 300 kg di Selayar Sulsel (Dok. Istimewa)Ikan kerapu raksasa dengan berat 300 kilogram dan panjangnya mencapai 3 meter yang ditangkap nelayan di Selayar. Foto: dok. Istimewa

Prof Iqbal menjelaskan ikan kerapu lumpur merupakan ikan karang. Biasanya hidup di kedalaman 5-6 meter dari permukaan laut. Ikan kerapu lumpur yang hidup pada kedalaman tersebut memiliki ukuran konsumsi, atau yang biasa ditemui di pasaran.

Namun, ada pula yang hidup di kedalaman 100-300 meter dari permukaan laut. Ikan kerapu yang hidup di kedalaman inilah yang dapat tumbuh hingga ukuran raksasa seperti yang ditemukan di perairan Buton dan Selayar beberapa waktu lalu.

"Ikan ini adalah ikan karang di kedalaman 5 meter, 6 meter. Kalau sudah ukuran seperti ini (raksasa) sudah kedalaman sampai 100 meter lebih," jelasnya.

Prof Iqbal melanjutkan bahwa ikan kerapu pada dasarnya akan terus tumbuh dan berkembang selama tidak ditangkap. Sehingga ikan yang hidup di kedalaman lebih 100 meter dari permukaan laut sangat mungkin memiliki ukuran yang sangat besar.

Ikan kerapu raksasa ditangkap nelayan Buton.Nelayan Buton menangkap ikan kerapu raksasa di dasar laut dengan terumbu karang. Foto: Dok. Istimewa

Wilayah perairan Sulawesi juga cocok bagi kehidupan ikan kerapu lumpur. Mengingat wilayah perairan Sulawesi kaya akan terumbu karang sebagai habitat ikan kerapu lumpur.

Meski begitu, menurutnya penangkapan ikan kerapu raksasa ini merupakan sebuah kebetulan. Karena ikan memiliki sifat bermigrasi dari kedalaman tertentu. Kemudian saat melakukan migrasi inilah mereka ditemukan oleh para nelayan.

"Itu kebetulan, ini kan sifat inikan bermigrasi pada kedalaman-kedalaman tertentu. Bisa di kedalaman sampai 300 meter, nah itu yang bisa sampai ditemukan seperti itu raksasa begitu.

Usia Ikan Kerapu Lumpur 40 hingga 100 Tahun

Ikan kerapu lumpur memiliki rentang usia yang cukup panjang, yakni mencapai 40 tahun. Namun, terdapat pula penelitian yang menemukan usia ikan kerapu lumpur mencapai 100 tahun.

"Rata-rata umur maksimum 40 tahun, tapi pernah dilaporkan dalam suatu penelitian ditemukan sampai 100 tahun," jelas Prof Iqbal.

Penampakan ikan kerapu raksasa 143 kg yang ditangkap nelayan di Buton (Dok. Istimewa)Ikan kerapu raksasa yang ditangkap nelayan Buton menjadi tontonan warga. Foto: Dok. Istimewa

Sementara untuk matang gonad, organ reproduksi yang menghasilkan sel kelamin, ikan kerapu memerlukan waktu 5 hingga 7 tahun.

"Ikan ini untuk mencapai matang gonad butuh waktu 5 sampai 7 tahun," imbuh Prof Iqbal.

Sementara terkait usia dua ikan kerapu raksasa yang ditemukan di perairan Sulawesi, Prof Iqbal mengatakan tidak mengetahui pasti. Karena ukuran ikan tersebut tidak bisa menjadi acuan usianya. Tetapi butuh penelitian dengan melihat organ otolith dari ikan atau dari tulang vertebra.

"Bisa kelihatan di situ. Jadi kita tidak bisa kita tebak-tebak berapa umurnya. Tapi harus diteliti," ujarnya.

Ikan Kerapu Lumpur Termasuk Hermaprodit Protogini

Ikan kerapu lumpur ini merupakan ikan jenis karnivora dan termasuk dalam jenis ikan yang hermaprodit protogini. Hermaprodit protogini merupakan keadaan siklus reproduksinya sebagai ikan betina kemudian berubah menjadi ikan jantan.

Ikan kerapu raksasa ditangkap nelayan Buton.Nelayan Buton bersama kerapu tangkapannya. Foto: Dok. Istimewa

Prof Iqbal mengatakan perubahan kelamin pada ikan kerapu ini dipengaruhi umur dan pertumbuhannya.

"Di sekitar umur tiga tahun ikan lumpur ini berkelamin betina, kalau lebih empat tahun atau lima tahun itu berubah kelamin menjadi jantan," jelas Prof Iqbal.

Namun, saat mengalami perubahan tersebut morfologi atau bentuk luar ikan kerapu lumpur tidak mengalami perubahan. Sehingga yang berubah hanya alat reproduksinya.

"Tanpa perubahan morfologi sehingga tidak merubah bentuk luarnya," imbuh Prof Iqbal.

Ikan kerapu raksasa ditangkap nelayan Buton.Ikan kerapu raksasa di Buton dipanah di dua bagian di kepalanya saat ditaklukkan. Foto: Dok. Istimewa

Harga Ekonomis Ikan Kerapu Lumpur Lebih Rendah dari Jenis Lainnya

Meskipun memiliki ukuran yang sangat besar, ikan kerapu raksasa di Selayar maupun di Buton dihargai cukup murah. Di Buton ikan kerapu dengan berat 143 kg hanya dihargai Rp 2,4 juta. Sementara ikan kerapu raksasa di selayar dengan berat 300 kg hanya dihargai Rp 3,8 juta.

Ikan kerapu raksasa ditangkap nelayan Buton.Ikan kerapu raksasa ditaklukkan di dasar laut usai dipanah. Foto: Dok. Istimewa

Prof Iqbal mengatakan bahwa ikan kerapu lumpur memang memiliki nilai ekonomis. Namun, nilainya lebih rendah dibandingkan ikan kerapu jenis lainnya.

"Ikan kerapu ada memang yang mahal. Tapi kalau kerapu lumpur sendiri nilai ekonomi nya lebih di bawah daripada jenis lainnya," ungkap Prof Iqbal.

Sehingga jika nilai jual ikan kerapu raksasa tersebut tergolong murah, hal itu wajar saja. Karena pada dasarnya harga ikan kerapu lumpur memang lebih murah dari jenis lainnya seperti ikan kerapu bebek atau kerapu tikus.

"Kalau besar begini itu sebenarnya nilai jualnya karena hitungan banyaknya saja," kata Prof Iqbal.

Selain itu, karena memiliki nilai jual lebih rendah dibandingkan jenis lainnya, ikan kerapu lumpur jarang dibudidayakan.



Simak Video "Mengenal Aneka Jenis Ikan Kerapu Buton"
[Gambas:Video 20detik]
(nvl/nvl)