IAS Tetap Jabat Pertimbangan Demokrat Sulsel, DPP Belum Terima Surat Mundur

Fathul Khair - detikSulsel
Sabtu, 28 Mei 2022 20:15 WIB
Herman Khaeron (Dwi Andayani/detikcom)
Foto: Kepala BPOKK DPP Demokrat Herman Khaeron (Dwi Andayani/detikcom)
Makassar -

Politisi senior Demokrat di Sulawesi Selatan (Sulsel) Ilham Arief Sirajuddin (IAS) yang sudah menyatakan pindah ke Golkar ternyata masih diberikan jabatan sebagai Dewan Pertimbangan DPD Demokrat Sulsel. DPP Demokrat menyebut ini lantaran IAS belum mengirimkan surat resmi pengunduran diri sebagai kader Demokrat.

"Sampai saat ini, kami belum menerima surat resminya. Tapi kalau dari informasi ke informasi yang kami terima, bahkan akan dilakukan acara (pengukuhan IAS masuk Golkar) besok," ungkap Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) DPP Demokrat Herman Khaeron di lokasi pelantikan pengurus Demokrat Sulsel, Sabtu (28/8/2022).

Oleh karena belum ada penyampaian resmi itu kata Herman, Demokrat masih mengakomodir IAS dalam struktur Partai Demokrat Sulsel. IAS masih dicantumkan dalam SK pengurus DPD Demokrat Sulsel sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Daerah.


"Sebagai niat baik, di dalam struktur yang dibacakan Sekjend (DPP Demokrat) tetap ada nama Pak Ilham sebagai bagian dari Demokrat," tambahnya.

Herman lalu menegaskan, sebagai upaya agar IAS tetap berada dan membesarkan partai, DPP Demokrat sempat mengundang IAS dan Ketua Demokrat Sulsel Ni'matullah duduk bersama pasca Musda. Pembicaraannya saat itu, IAS diharapkan tetap berjaket biru sehingga diberikanlah posisi penting di Demokrat Sulsel.

"Salah satunya dengan memberikan tempat, ruang, jabatan. Bahkan waktu penetapan Pak Ulla, saya dan Sekjend (Teuku Riefky Harsya) mengundang beliau hadir. Dan kami harap supaya berbagi peran, apa yang bisa dilakukan untuk Partai Demokrat Sulsel ini lebih baik," ungkapnya.

Sehingga wajar saja DPP Demokrat kaget setelah mendengar kabar IAS tiba-tiba ingin meninggalkan Demokrat.

"Sebenarnya kami sudah lega. Sepertinya sudah tidak ada masalah antara Pak Ulla (Ni'matullah) dan Pak Ilham. Tapi dalam perjalanan waktu berbicara lain. Tentu kami menghormatinya," tutup Herman Khaeron.

IAS yang memenangkan Musda Demokrat Sulsel dengan 16 suara DPC pada Desember 2021 lalu diketahui mantap untuk memilih hengkang dari partai berlogo mercy tersebut. IAS memastikan akan bergabung dengan Partai Golkar.

"Belum (saat ini). Insyaallah (gabung Golkar)," ungkap IAS kepada detikSulsel, Jumat (27/5).

Informasi yang beredar, IAS akan dikukuhkan menjadi kader Golkar pada acara Halalbihalal kader dan Relawan Airlangga Hartarto di Hotel Four Points Sheraton yang digelar besok. Saat dikonfirmasi soal rencana pengukuhannya, IAS tak menampik.

"Insyaallah," jelasnya.



Simak Video "Seputar Pertemuan Demokrat dan NasDem yang Kesekian Kalinya"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/nvl)