Sulawesi Barat

Polisi di Polman Gagalkan Perdagangan 167 Butir Telur Penyu

Abdy Febriady - detikSulsel
Minggu, 22 Mei 2022 00:30 WIB
Upaya perdagangan telur penyu digagalkan
Upaya perdagangan telur penyu di Polman digagalkan polisi (Istimewa)
Polewali Mandar -

Polisi di Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) mengamankan 167 butir telur penyu yang hendak diperjualbelikan di pasar. Telur penyu tersebut disita dari salah satu pedagang.

"Telur penyu tersebut diamankan, sebab kegiatan jual beli telur penyu merupakan kegiatan ilegal berdasarkan undang-undang nomor 5 tahun 1990," kata Kapolsek Urban Wonomulyo, Kompol Adriyan Frederick Kopong kepada wartawan, Sabtu (21/5/2022).

Telur penyu didapati polisi diperjualbelikan di Pasar Marasa, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Sabtu siang (21/5), sekira pukul 10:30 wita. Kabar jual beli telur penyu di pasar ini diperoleh polisi berkat laporan warga.


"Bantuan dari masyarakat yang memberi info, jadi segera ditindaklanjuti," terang Adriyan.

Menurut Adriyan, pedagang yang memperjualbelikan telur penyu tersebut adalah perempuan berinisial HM (45 tahun), warga Desa Kenje, Kecamatan Campalagian. Kepada polisi, HM mengaku mendapatkan telur penyu tersebut dari Kabupaten Majene.

"Saat diinterogasi, HM mengaku baru pertama kali menjual telur penyu. Ia mengaku tidak mengetahui jika jual beli telur penyu adalah kegiatan ilegal atau melanggar hukum," terangnya.

Untuk kepentingan lebih lanjut, telur penyu yang disita polisi diserahkan kepada Komunitas Sahabat Penyu Sulawesi Barat, dengan harapan dapat diselamatkan. Sementara pedagang yang menjual telur penyu diberi pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Sahabat Penyu Sulawesi Barat, Muhammad Yusri mengaku menyayangkan kasus ini terjadi lantaran masih ada warga yang nekat memperjualbelikan telur penyu. Ia berharap dukungan semua pihak, untuk bersama-sama melakukan pencegahan agar praktik jual beli telur penyu tidak terulang kembali.

"Ini menjadi harapan kita bersama, agar ada upaya pencegahan, sehingga tidak ada lagi warga yang menjual telur penyu dengan berbagai macam alasan," tuturnya kepada wartawan.

Menurut Yusri, penyu merupakan satwa yang dilindungi karena sudah terancam punah. Telur yang diserahkan polisi kepada dirinya telah diamankan dan dilakukan penanganan lebih lanjut, dengan harapan dapat ditetaskan.

"Telurnya sudah dimasukkan ke dalam lubang di kawasan rumah penyu, semoga ada yang bisa selamat, meski harapan untuk bisa menetas sangat tipis, karena kondisi telur lama di tempat terbuka," pungkasnya.



Simak Video "Penetasan Tukik dengan Inkubator di Banyuwangi, Diklaim Pertama di Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/nvl)