Kantor Gubernur Sulsel Digeruduk Pengungsi Afganistan

Darmawanti Adellia Adipradana - detikSulsel
Selasa, 17 Mei 2022 13:23 WIB
Pengungsi asal Afganistan menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sulsel
Pengungsi asal Afganistan menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sulsel (Foto: Darmawanti Adellia Adipradana/detikcom)
Makassar -

Pengungsi Afganistan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel). Para pencari suaka ini meminta dibantu Gubernur agar segera dipindahkan ke negara ketiga seperti dijanjikan UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees).

Pantauan detikSulsel, Selasa (17/5/2022) pukul 12.20 wita, massa mulai berkumpul di depan pintu gerbang masuk kantor Gubernur. Beberapa massa terlihat langsung duduk sehingga menghalangi atau memblokade jalur masuk.

Sebelumnya, massa sempat berkumpul di pintu gerbang lainnya namun karena tertutup sehingga berjalan ke gerbang masuk. Akibatnya massa pengungsi ini sempat memicu kemacetan lalu lintas di depan Kantor Gubernur.


Massa tampak membawa beberapa baliho, bertuliskan 'Refugee's right', 'Human Rights', dan 'We want Justice'. Beberapa pengunjuk rasa juga menggunakan rompi UNHCR.

Koordinator Aksi Muhammad Kabir mengatakan tujuan kedatangan mereka ingin meminta dukungan dari pemrov Gubernur Sulsel dalam usaha mereka menuntut kejelasan suaka kepada pihak UNHCR. Mereka ingin Pemprov Sulsel menjembatani pertemuan mereka dengan UNHCR.

"Kami meminta bantuan kepada Gubernur, bicara dengan UNHCR Indonesia untuk kami dipindahkan ke negara ketiga," ucap koordinator aksi Muhammad Kabir kepada detikSulsel, Selasa (17/5).

Diketahui, massa unjuk rasa telah menanti kejelasan selama 10 tahun untuk mendapatkan suaka. Mereka menginginkan pindah ke negara yang menerima pengungsi seperti Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Australia.

"Kami selalu diminta tunggu, tunggu, tunggu, kami sudah sampaikan oleh UNHCR tapi mereka bilang ditunggu proses tapi ini sudah 10 tahun kami tunggu belum ada," tegasnya.



Simak Video "Mendobrak Jalan Buntu Penantian Pengungsi ke Negara Impian"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/ata)