Maluku

Duduk Perkara Viral Warga Ambon Dilarang Ibadah di Gereja Lanud Pattimura

Tim detikSulsel - detikSulsel
Senin, 16 Mei 2022 09:00 WIB
Viral warga Ambon dilarang ibadah ke Gereja di kawasan Lanud Pattimura. Danlanud membantahnya (Dok. Istimewa)
Foto: Viral warga Ambon dilarang ibadah ke Gereja di kawasan Lanud Pattimura. Danlanud membantahnya (Dok. Istimewa)
Ambon -

Lanud Pattimura menuai sorotan lantaran diduga melarang sejumlah warga Kota Ambon beribadah ke gereja yang ada di dalam kawasan Lanud. Danlanud Pattimura Kolonel Pnb Andreas A. Dhewo kemudian menjelaskan duduk perkara dugaan pelarangan tersebut.

Seperti diketahui, polemik ini awalnya viral di media sosial. Dalam video beredar, sejumlah warga berkumpul di depan pos penjagaan Lanud Pattimura pada Minggu (15/5) pagi.

Warga berang karena merasa dilarang masuk beribadah ke dalam Gereja Betlehem Efrata yang berada di kawasan Lanud Pattimura. Seorang warga lantas berteriak ke petugas.


"Jangan larang kita, jangan larang kita (ke) gereja," ujar seorang pria.

Dalam potongan video berikutnya, tampak warga menyatakan kekecewaannya. Warga dengan gamblang menegaskan dilarang masuk ibadah ke gereja di kawasan Lanud Pattimura.

"Inilah momen yang terjadi pada har ini tanggal 15 Mei tahun 2022. Umat mau datang ibadah dilarang disuruh pulang di Kompleks TNI Angkatan Udara Pattimura Ambon," kata seorang pria berkemeja putih.

Danlanud Bantah Pelarangan dan Jelaskan Duduk Perkaranya

Viralnya dugaan pelarangan warga ibadah ini dibantah oleh Danlanud Pattimura Kolonel Pnb Andreas A. Dhewo lantas. Andreas pun menjelaskan duduk perkara di balik video viral tersebut.

"Yang yang terjadi tadi pagi, selama beberapa bulan terakhir kita mencoba menegakkan aturan bagaimana seseorang memasuki suatu institusi negara, institusi militer," kata Andreas kepada wartawan, Minggu (15/5).

Dia mengatakan petugas sebenarnya tak melarang dan hanya meminta warga untuk berpakaian yang sopan dan rapi. Andreas mengatakan aturan masuk ke area Lanud Pattimura telah disampaikan kurang lebih tiga bulan terakhir.

Kemudian pada kejadian video viral ada warga menggunakan sendal jepit sehingga ditegur petugas. Kemudian terjadi provokasi dengan narasi bahwa Lanud Pattimura melarang beribadah sehingga banyak warga memprotes di depan pintu masuk Lanud Pattimura.

"Nah ini sudah dilakukan 2-3 bulan ke belakang namun demikian memang masih ada beberapa warga khususnya tadi ada juga beberapa warga mungkin merasa kaget karena pada saat ke gereja pun ada juga menggunakan satu dua orang sendal jepit tapi ada yang membawa sepatu juga mereka berganti tapi ada juga tidak," katanya.

"Ada juga sedikit simpang siur mengkategorikan tadi sendal jepit seperti apa sehingga ada mis di situ kemudian ada yang memprovokasi dibilang kami tidak boleh beribadah sesungguhnya tidak," imbuhnya.

Andreas sekali lagi menegaskan tidak pelarangan ibadah. Hanya saja memang ada aturan yang mesti dihormati masyarakat.

"Saya sendiri seorang Kristiani tidak mungkin komandan seorang Kristiani melarang saudara-saudaranya beribadah. Yang kedua tidak ada juga sweeping di dalam gereja, semuanya normal-normal saja," tutur Andreas.



Simak Video "Pelayanan Kelas Satu di Hotel Mewah Ambon, Maluku"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/nvl)