Sulawesi Utara

Proyek Dana PEN Rp 205 M di Manado Terancam Terhambat, Anggaran Lambat Cair

Trisno Mais - detikSulsel
Jumat, 13 Mei 2022 12:01 WIB
Proyek pengerjaan jalan yang dibiayai dana pinjama PEN di Manado.
Foto: Proyek pengerjaan jalan yang dibiayai dana pinjama PEN di Manado. (Trisno Mais/detikcom)
Manado -

Sejumlah proyek infrastruktur di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) yang dibiayai dari dana pinjaman pemulihan ekonomi nasional (PEN) Rp 250 miliar terancam terhambat. Pemerintah Kota (Pemkot) Manado mengaku hal ini efek dari lambatnya pencairan dana PEN dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

"Terinformasikan belum ada pencarian sama sekali. Karena baru mau ditransfer ke SMI. Jadi memang agak melambat tapi sementara berproses," ujar Kepala Badan Pengelolah Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Manado Bart Assa saat dikonfirmasi, Kamis (12/5/2022).

Bart membeberkan, detail pencairan anggaran masih belum dipastikan. Hanya saja pihaknya saat ini telah melakukan permohonan pengusulan ke PT SMI sebesar Rp 50 miliar.


"Jadi tahapan kami baru ajukan permintaan pembayaran pinjaman. Mudah-mudahan minggu depan, tergantung permintaan SKPD, dorang (mereka) sudah ajukan. (Total yang diajukan) kalau nda (tak) salah sekitar Rp 50 miliar," pungkasnya.

Diketahui, ada tiga paket pengerjaan dibiayai dana PEN dengan total Rp 205 miliar. Di antaranya, pembangunan lanjutan rumah sakit daerah, proyek pasar bersehati Kota Manado, serta proyek jalan serta jembatan dan drainase.

"(Total) Rp 205 miliar, ada tiga paket besar dari Rp 205 miliar," ucap dia.

Rinciannya Rp 100 miliar untuk membiayai 27 kegiatan proyek jalan dan jembatan serta drainase. Lalu 8 kegiatan untuk infrastruktur kesehatan Rp 45 miliar, dan membiayai proyek pasar bersehati Rp60 miliar.

"Paket pertama lanjutan rumah sakit daerah, paket kedua pasar bersehati, paket ketiga jalan drainase jembatan yang tersebar," sambung dia.

Bart Assa pun tidak memonitor perkembangan jalannya proyek tersebut. Namun dia berharap dinas teknis terkait tetap mengawal jalannya proyek infrastruktur sembari pihaknya memastikan pencairan dana PEN.

"Torang (kami) kan hanya mencairkan dana, bukan mengurus soal proyeknya. Kalau urusan proyek kontrak dan sebagainya kan urusan dinas yang bersangkutan," beber dia.

Namun diketahui salah satu proyek yang dibiayai dana PEN, yakni rekonstruksi drainase sebesar Rp 2,8 miliar di Jalan Raya Wanea Samrat, Kota Manado. Pembangunannya sudah dimulai sejak 25 Januari lalu dengan masa kontrak 125 hari pengerjaan.

"Kita nda (tak) tahu soal kontrak jangka waktu pekerjaan harus SKPD bersangkutan, kita nda (tak) bisa jawab karena bukan tape tupoksi," imbuhnya.



Simak Video "Bantahan Airlangga soal Dana PEN untuk IKN: Anggaran dari PUPR"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/hmw)