Kalimantan Selatan

Dirjen Bina Pemdes Dorong Kemajuan Wisata Pasar Apung Desa Lok Baintan

Nada Zeitalini - detikSulsel
Kamis, 05 Mei 2022 19:49 WIB
Pasar Apung Desa Lok Baintan
Foto: Ditjen Bina Pemdes
Jakarta -

Direktur Jenderal Bina Pemerintah Desa (Dirjen Bina Pemdes) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo mengunjungi pasar terapung, Desa Lok Baintan, Kalimantan Selatan. Untuk menuju ke pasar terapung tersebut, rombongan harus menyusuri sungai Martapura, selama 45 menit dengan menggunakan perahu klotok (perahu bermesin).

Dalam kunjungannya, Yusharto melihat dan mengamati suasana pasar di tengah libur Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah. Ia merasa sangat terkesan dengan wisata Pasar Terapung. Yusharto pun lantas memberi masukan kepada Kepala Desa Lok Baintan agar terus berupaya membuat wisatawan merasa nyaman berkunjung.

"Mengingatkan kepada pemerintah desa agar berusaha untuk membuat wisatawan betah dan nyaman berkunjung ke sini," ujar Yusharto dalam keterangan tertulis, Kamis (5/5/2022).


Yusharto menerangkan sebagai desa wisata, mengutamakan pelayanan publik yang baik bagi wisatawan sangat penting. Bukan hanya bermanfaat bagi masyarakat tetapi juga wisatawan. Membuat event-event menarik pun bisa menjadi teknik menarik minat wisatawan untuk berkunjung.

"Perlu dipikirkan juga membuat event yang menarik untuk melengkapi wisata belanja. Misalnya dengan pertunjukan seni budaya," terangnya.

Selain itu, Yusharto juga menekankan kepada Kepala Desa tentang pentingnya Peraturan Desa (Perdes) hingga pelayanan publik yang baik, terlebih Lok Baintan sudah dikenal di Indonesia hingga dunia dengan pasar apungnya.

"Masyarakat setempat harus bisa menerima manfaatnya dengan adanya wisata, sebab wisatawan yang datang berasal dari berbagai daerah di Indonesia maupun dunia," tuturnya.

Pemerintah desa juga perlu memanfaatkan peranan publikasi media, baik media mainstream maupun media sosial untuk lebih memperkenalkan wisata pasar terapung ke banyak wisatawan. Yusharto berharap Desa Lok Baintan menjadi panutan bagi sekitarnya dan membuat Lok Baintan menjadi tempat pembelajaran bagi desa lainnya yang mempunyai karakteristik yang hampir sama.

"Diharapkan Desa Lok Baintan bisa menjadi panutan untuk desa di sekitarnya. Agar Lok Baintan bisa dijadikan tempat pembelajaran bagi desa lainnya, yang mempunyai karakteristik yang hampir sama," ungkap Yusharto.

"Selain itu, Desa Lok Baintan selain desa wisata, juga bisa dikembangkan menjadi desa digital, khususnya untuk mengembangkan sektor pariwisata," imbuhnya.

Sementara Sekretaris I Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Irma Zainal mengatakan pariwisata sangat identik dengan kuliner dan kerajinan tangan. Turis yang datang pasti berharap ada oleh-oleh yang dibawa pulang. Ia berharap produk lokal unggulan dapat dikemas secara baik dengan kualitas bahan yang baik juga.

"Diharapkan produk lokal bisa dikemas lebih baik dan kualitas bahan pangan lokal yang sudah bagus, agar dipertahankan," ujar Irma.

"Makanan tradisional, bisa diperbanyak dan bervariasi. Selain itu, juga perlu ditingkatkan tentang pelayanan. Saya lihat ini sudah bagus, sebab para penjual bisa berpantun dan sebagainya," tambahnya.

Oleh karena itu, Irma pun menyarankan agar pengelola bisa menyiapkan berbagai media informasi yang mudah diakses. Ia juga berharap agar pemerintah desa bisa memaksimalkan kelompok sadar wisata (pokdarwis) dengan melibatkan anak muda desa untuk meningkatkan layanan wisata.

"Homestay perlu dibangun juga agar lebih meningkatkan layanan wisata. Jadi, rumah penduduk diharapkan bisa dijadikan homestay agar wisatawan bisa bermalam," jelas Irma.

Adapun Kepala Desa Lok Baintan Bawai mengucapkan terima kasih atas saran yang diberikan oleh Dirjen Bina Pemdes Kemendagri beserta Sekretaris I TP PKK. Menurut Bawai saran yang diberikan ke depan akan dilakukan dan diterapkan.

"Lebih termotivasi dengan kedatangan Pak Dirjen, ke depan akan lebih baik, kita juga akan mengadakan pelatihan Bahasa Inggris dengan sumber dana desa, mudah-mudahan ke depan turis asing lebih ramai, dan kita sudah siap," ujar Bawai.

Ia juga sangat berterima kasih kepada Kemendagri sebagai salah satu penyelenggara program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) karena sudah menjalankan program Pamsimas di Desa Lok Baintan, Ia juga mengatakan di bulan Agustus program sanitasi akan diadakan di Desa Lok Baintan.

"Saat ini ada 100 rumah warga yang sudah bersedia dijadikan homestay, hanya perlu dibenahi sanitasi," tambahnya.



Simak Video "Pasar Apung, Pasar Tradisional yang Beraktivitas di Atas Sungai Martapura, Lok Baintan"
[Gambas:Video 20detik]
(fhs/ega)