Diantisipasi Dinkes Sulsel, Ini Cara Mewaspadai Hepatitis Misterius Pada Anak

Tim detikSulsel - detikSulsel
Kamis, 05 Mei 2022 07:30 WIB
Hepatitis - sign series for medical health care
Ilustrasi hepatitis (Foto: Thinkstock)
Makassar -

Penyebaran hepatitis misterius diantisipasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Selatan (Sulsel) lantaran 3 anak di DKI Jakarta meninggal akibat terinfeksi penyakit ini. Dinkes Sulsel meminta masyarakat melakukan sejumlah upaya untuk mewaspadai penyakit ini.

"Belum ada kasus di Sulsel. Namun harus waspada untuk mengantisipasi," ungkap Kepala Dinkes Sulsel Bachtiar Baso kepada detikSulsel, Rabu (4/5/2022).

Bachtiar mengatakan, penyakit hepatitis misterius yang telah menyebabkan tiga anak meninggal di DKI Jakarta tentu perlu menjadi perhatian serius. Salah satu kekhwatiran yang menyeruak adalah karena penyakit ini menular.


"Hepatitis ini belum diketahui penyebabnya makanya warga perlu diwaspadai karena penyakit menular. Saya juga sudah telepon Kadis Kesehatan kabupaten/kota agar waspada dan melakukan antisipasi," jelasnya.

Dia menambahkan penyebab hepatitis ini memang belum diketahui namun ditemukan ada gejala pada orang yang terinfeksi penyakit ini. Gejalanya terutama berkaitan dengan adanya gangguan gastrointestinal.

"Seperti diare berat, mual, muntah kemudian bisa demam, kuning. Bila ada bergejala agar segera dilaporkan ke provinsi. Jadi bisa ditangani lebih awal, lebih cepat sebelum terlambat," tuturnya.

Bachtiar juga berharap varian Omicron dan turunannya bukanlah penyebab penyakit hepatitis misterius tersebut. Pasalnya terpapar Omicron juga memiliki efek pada gangguan fungsi hati.

"Semoga tidak seperti itu. Penyebabnya masih jadi penelitian para ahli di seluruh dunia," jelasnya.

Untuk diketahui, tiga anak di DKI Jakarta meninggal dunia usai terkena infeksi hepatitis 'misterius' yang belum diketahui penyebabnya. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan baru ada 3 kasus itu saja yang ditemukan di Indonesia.

"Saat ini baru 3 orang yang suspek ya," ujar juru bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi saat dimintai konfirmasi, Selasa (3/5).

Nadia mengungkapkan belum ada pasien yang dirawat karena penyakit serupa. Namun, dia meminta masyarakat tetap waspada terhadap hepatitis 'misterius' ini.

"Belum (ada pasien lain) sampai saat ini. Oleh karena itu, kita minta waspada," ucapnya.

Untuk pencegahan dan antisipasi penyakit hepatitis misterius pada anak, Kemenkes telah menyampaikan sejumlah langkah:

1.Memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih

2. Tidak memakai alat makan bersamaan

3. Mencuci tangan

4. Menghindari kontak dengan orang sakit

Kemenkes juga telah mengeluarkan surat edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/2515/2022 untuk upaya dan kewaspadaan terhadap kasus hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya.

Berikut instruksi Kemenkes untuk dinas provinsi dan kabupaten/kota untuk antisipasi penyebaran hepatitis misterius:

1. Memantau dan melaporkan kasus sindrom jaundice (penyakit kuning) akut di Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), dengan gejala yang ditandai dengan kulit dan sklera berwarna ikterik atau kuning dan urin berwarna gelap yang timbul secara mendadak.

2. Memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat serta upaya pencegahannya melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

3. Menginformasikan kepada masyarakat untuk segera mengunjungi Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) terdekat apabila mengalami sindrom jaundice

4. Membangun dan memperkuat jejaring kerja surveilans dengan lintas program dan lintas sektor terutama Dinas Pendidikan, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, dan/atau Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.

5. Segera memberikan notifikasi apabila terjadi peningkatan kasus sindrom jaundice akut maupun menemukan kasus sesuai definisi operasional kepada Dirjen P2P melalui Public Health Emergency Operation Centre (PHEOC)

6. Menindaklanjuti laporan kasus dari Fasyankes dengan melakukan investigasi untuk mencari kasus tambahan



Simak Video "Simak! Imbauan IDAI soal Munculnya Hepatitis Akut Misterius"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/hmw)