Ancaman Danny ke BBPJN Soal Izin Balapan di Jalan Pettarani Dinilai Kelewatan

Taufik Hasyim - detikSulsel
Jumat, 15 Apr 2022 05:34 WIB
Walkot Makassar Ramdhan Danny Pomanto. (Hermawan/detikcom)
Foto: Walkot Makassar Ramdhan 'Danny' Pomanto. (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto mengumbar ancaman tak akan memberi izin kegiatan untuk Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan (Sulsel) bila tak diizinkan menggelar balapan di ruas jalan nasional, Jalan AP Pettarani. Ancaman Danny itu dinilai kelewatan.

"Kelewatan juga kalau mengancam begitu," ungkap Anggota Komisi V DPR RI asal Sulsel Muh Aras kepada detikSulsel, Kamis (14/4/2022).

Ancaman Danny dinilai justru akan mendatangkan kerugian bila benar akan mempersulit kegiatan PUPR di Makassar. Pasalnya, pembangunan PUPR akan membantu infrastruktur kota.


"Justru bersyukur kita di Sulsel kalau ada program Kementerian masuk. Jadi ini saya tidak suka ada ancam-mengancam. Sebaiknya kita bicarakan dengan baik," jelasnya.

Anggota Komisi Bidang Transportasi dan Infrastruktur ini menilai, komunikasi akan lebih baik jika usulan disampaikan dengan cara elegan. Aras meyakini kedua belah pihak bakal menemukan jalan keluar jika bicara baik-baik.

"Sepanjang ide itu bisa kita terima bersama, lebih banyak manfaat daripada mudaratnya ya kita laksanakan. Kalau di awal sudah mengancam kan (beda)," tuturnya.

Anggota Fraksi PPP DPR RI ini mengaku mengapresiasi ide dan rencana Wali Kota Danny karena memberi ruang bagi anak-anak muda yang gemar balapan untuk menyalurkan bakat dan hobinya. Hanya saja perlu dibangun sarana khusus, bukan di jalan raya yang padat seperti ruas Jalan Nasional, Jalan Pettarani.

"Jangan seperti itu dipaksakan apalagi di jalan padat. Kan bisa di tempat lain seperti di CPI dan lainnya," jelasnya.

Muh Aras menyebut pihaknya memahami niat atau program Danny ini. Namun mestinya dikaji mendalam terkait kondisi di lapangan karena jalanan itu milik umum, Jalan AP Pettarani ini jadi urat nadi lalu lintas orang dan barang.

"Jangan cuma egonya saja. Demi untuk kepentingan sebagian masyarakat harus mengorbankan masyarakat umum," tegasnya.

Apalagi memang ruas Jalan Pettarani faktanya merupakan ruas jalan terpadat di Makassar. Sehingga selama 24 jam, kendaraan yang melintas tidak pernah sepi.

"Itu Pettarani jalan terluas, terpadat dan paling sentral di Makassar. Menghubungkan seluruh penjuru daerah makanya harusnya dipikirkan juga pengguna jalan yang lain," tukasnya.

Untuk diketahui, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto mengancam BBPJN jika tidak mengizinkan balapan resmi Pemkot Makassar di Jalan AP. Pettarani. Danny menegaskan, nantinya Pemkot Makassar bisa juga tidak memberi izin kepada BBPJN atas urusan-urusan perkotaan.

"Kalau tidak mau kasih izin saya umumkan ke masyarakat saja. (Tetapi) jangan juga berharap izin-izin di (pemerintah) kota juga (kita berikan ke BBPJN) kalau begitu," ujar Danny kepada detikSulsel, Rabu (13/4).

Dia mengaku rencananya menggelar balapan di Jalan AP Pettarani harusnya mendapat dukungan. Namun pihaknya akan mengikuti prosedur yang ada ketika harus mengajukan permohonan izin ke BBPJN.

"Saya sudah suruh (tim) minta izin ke sana (BBPJN). Mestinya dia langsung dukung, kalau begitu tidak apa-apa," papar dia.

Danny mengaku, pihaknya awalnya menyiapkan dua opsi lokasi balapan resmi, yakni di Jalan Metro Tanjung Bunga dan Jalan Dr Leimena. Namun Ikatan Motor Indonesia (IMI) belakangan merekomendasikan pelaksanaan ke Jalan AP Pettarani yang merupakan ruas jalan nasional.

"Memang harus tetap izin, tapi kalau misalnya dia (BBPJN) hambat itu, silakan. Saya kan juga tidak minta di situ. IMI yang rekomendasikan (Jalan Pettarani)," paparnya.

Jika penggunaan Jalan AP Pettarani tak disetujui, Danny mengancam akan menghambat urusan BBPJN jika ada keperluan di Pemkot Makassar. Dia mengaku punya alternatif jalan lain di bawah otoritas Pemkot ketika permohonannya ditolak.

"Tidak apa-apa (kalau tidak diizinkan), kita kasih kembali (lokasi balapan motornya) ke tempatnya kota. Tapi (BBPJN) jangan juga harap kalau ada berhubungan dengan kota," tegas Danny.



Simak Video "Ratusan Pembalap Liar di Makassar Adu Kecepatan di Arena Resmi"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/tau)