Demo Mahasiswa Makassar di DPRD Sulsel Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Muh Ishak Agus - detikSulsel
Senin, 11 Apr 2022 16:52 WIB
Demo ricuh di Makassar.
Foto: Demo ricuh di Makassar. (Muh Ishak/detikSulsel)
Makassar -

Massa mahasiswa di Kota Makassar yang menggelar demo 11 April di kantor DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) ricuh. Polisi terpaksa menembakkan gas air mata hingga water cannon ke arah massa yang dilawan dengan aksi saling lempar batu.

Pantauan detikSulsel, Senin (11/4/2022) sekitar pukul 17.01 Wita, kericuhan terjadi saat massa aksi memaksa masuk kawasan halaman kantor DPRD Sulsel Jalan Urip Sumoharjo Makassar. Pintu gerbang kantor berusaha didobrak, bahkan sejumlah massa berusaha memanjat.

Tidak sampai di situ, demonstran yang emosi bahkan melempar batu dan botol ke arah kantor DPRD. Aparat keamanan di lokasi masih bersiaga sembari berusaha menenangkan massa.


Menjelang beberapa menit kemudian sekitar pukul 17.22 Wita, kericuhan massa yang belum mereda terpaksa membuat aparat bertindak tegas. Polisi menembakkan gas air mata hingga water canon ke demonstran di depan gerbang DPRD Sulsel hingga bubar.

Demo ricuh di Makassar.Foto: Demo ricuh di Makassar. (Muh Ishak/detikSulsel)

Sejumlah aparat kepolisian yang mengenakan masker gas anti-air mata menyisir lokasi sekaligus membubarkan massa. Tembakan gas air mata juga diarahkan ke gang dekat kantor DPRD Sulsel.

Polisi pun bereaksi setelah gas air mata ditembakkan, lantas membuat barikade. Pasalnya massa aksi masih berusaha maju dan melempar batu ke arah polisi, lalu dibalas tembakan gas air mata.

Suara tembakan gas air mata masih mewarnai kericuhan. Massa akhirnya kocar-kacir dipukul mundur hingga ke Jalan AP Pettarani namun tembakan gas air mata oleh kepolisian masih terus diarahkan ke demonstran.

Sementara kondisi arus lalu lintas dari Jalan AP Pettarani menuju ke Jalan Urip Sumoharjo pun macet. Aparat kepolisian di lokasi kembali membuat barikade ke massa aksi di Jalan AP Pettarani.

Diberitakan sebelumnya, Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Lando mengatakan, ada 2.700 personel yang mengawal jalannya aksi mahasiswa. Personel itu gabungan dari TNI-Polri dan instansi terkait.

"Masyarakat diimbau untuk hati-hati bila melewati titik aksi pada jalan kampus atau jalan protokoler supaya tidak terjebak macet," imbuh Lando.

Aksi demo 11 April mahasiswa ini bagian dari seruan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI). Mahasiswa akan membawa sejumlah tuntutan terkait kondisi sosial, ekonomi, hingga pemerintahan di Indonesia, termasuk menolak wacana perpanjangan masa jabatan presiden atau presiden 3 periode.



Simak Video "Momen Kericuhan Demo 11 April di Padang, Polisi Tembakkan Gas Air Mata!"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/sar)