Marak Freestyle Berujung Kecelakaan Maut, Sosiolog Unhas Soroti Keamanan Kota

Andi Nur Isman - detikSulsel
Sabtu, 09 Apr 2022 07:30 WIB
Poster
Ilustrasi. Foto: Edi Wahyono
Makassar -

Aksi freestyle kian marak di kalangan remaja, bahkan terbaru seorang remaja di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) tewas karena gagal atraksi. Sosiolog Universitas Hasanuddin (Unhas) Ramli AT menilai fenomena ini marak karena sistem keamanan kota belum memadai.

Untuk diketahui, remaja inisial RU (15) di Balikpapan tewas setelah mencoba freestyle tapi gagal pada Rabu (6/4) lalu. Satu korban lainnya, RI (11) yang berboncengan dengannya kritis.

Polisi melaporkan kedua remaja itu memang berusaha mempertontonkan skil mengangkat ban depan motor. Namun kecelakaan tak terhindarkan setelah sepeda motor remaja itu oleng ke kiri dan membentur trotoar jembatan.


Tidak hanya di Balikpapan, aksi serupa juga marak terjadi di sejumlah daerah seperti di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Tidak hanya di jalan-jalan protokol, aksi freestyle itu juga kerap dilakukan di jalan yang cenderung sempit.

Aksi yang meresahkan pengguna jalan itu kemudian disikapi pihak kepolisian dengan mengamankan pelaku freestyle. Mereka kemudian diberikan pembinaan sementara motor yang digunakan untuk atraksi gaya bebas itu diberi sanksi tilang.

"Aksi freestyle yang kian marak menunjukkan menurunnya kesadaran dan kedisiplinan warga kota dalam memanfaatkan jalan umum. Ini juga mengindikasikan rendahnya penghargaan dan kepedulian pada keselamatan pihak lain, terutama sesama pengguna jalan," ujar Sosiolog Unhas Ramli AT saat berbincang dengan detikSulsel, Sabtu (9/4/2022).

Fenomena ini diakuinya memang marak di kalangan remaja. Fenomena ini terjadi karena kurangnya sosialisasi perilaku berlalu lintas sebagai cara bermasyarakat yang baik.

"Semestinya sosialisasi tentang nilai dan perilaku bermasyarakat diajarkan sejak masa sosialisasi primer dalam keluarga, dan selanjutnya dikuatkan oleh lembaga pendidikan dan lingkungan bergaul seseorang," kata dia.

Selain itu, fenomena ini terjadi juga dikarenakan sistem keamanan kota yang belum memadai. Ramli mengatakan sejauh ini aksi freestyle masih cenderung bebas dilakukan di jalan umum.

"Sistem keamanan kota belum cukup memadai mengontrol perilaku setiap orang untuk senantiasa taat pada aturan, sehingga terkesan begitu bebas ber-freestyle di jalan umum," kritiknya.

Padahal menurutnya aspek sistem keamanan kota termasuk di jalan merupakan bagian penting yang berkontribusi pada kenyamanan sebuah kota. Termasuk bagaimana penegakan hukum itu diberlakukan secara proporsional.

"Penegakan hukum yang masih lemah memang bukan satu-satunya penyebab, tetapi ini adalah faktor yang sangat penting. Ketika suatu pelanggaran terhadap tatanan masyarakat seperti freestyle di jalan ini terjadi, maka penegakan hukum menjadi keniscayaan agar masyarakat terlindungi dan merasa nyaman hidup di kota," pungkasnya.



Simak Video "Freestyle di Jalanan Makassar, 2 Remaja Ditangkap"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/hmw)