COVID Gelombang 3 Bikin Corona Sulsel Tembus 11.356 Kasus, Rumah Sakit Siaga

COVID Gelombang 3 Bikin Corona Sulsel Tembus 11.356 Kasus, Rumah Sakit Siaga

Tim detikSulsel - detikSulsel
Senin, 21 Feb 2022 09:02 WIB
3D render of a new strain of coronavirus. Omicron variant of COVID. New strain of coronavirus B.1.1.529 found in Africa and around the world.
Foto: Getty Images/iStockphoto/galitskaya
Makassar -

Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tengah dalam masa puncak gelombang ketiga COVID-19. Kasus Corona makin melonjak tajam dengan dengan tambahan 1.885 orang, dengan kenaikan kasus positif aktif 11.356 kasus.

Tambahan kasus itu berdasarkan laporan Satgas COVID-19 pada Sabtu (19/2/2022). Kasus itu makin meningkat dibanding hari sebelumnya 1.863 kasus.

Di tengah kenaikan kasus harian itu, Satgas turut mencatat penambahan kasus sembuh yang signifikan sebanyak 235 orang dibanding hari sebelumnya hanya 88 pasien sembuh. Selain itu angka kematian bertambah 5 orang atau lebih sedikit dari 10 kasus dari hari sebelumnya.


Atas hal itu, akumulasi kasus COVID-19 di Sulsel mencapai 122.529 kasus. Namun 108.000 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh, sedangkan angka kematian 2.275 kasus.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel, Arman Bausat menyebut, ledakan kasus COVID-19 efek dari penyebaran varian Omicron. Situasi yang sebelumnya sudah dipresdiksi pakar epidemiologi.

"(Kenaikan kasus Corona di Sulsel) akibat varian Omicron," sebut Arman.

Dari sebaran kasus harian Corona di 24 kabupaten/kota di Sulsel, wilayah Kota Makassar menjadi penyumbang terbanyak positif COVID-19 sebanyak 1.106 kasus dari data terakhir. Jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan wilayah Mamminasata.

Di Kabupaten Gowa, misalnya, penambahan kasus harian 167 kasus, Maros 101 kasus, sementara Takalar menyumbang 36 kasus baru positif Corona.

Keterisian Tempat Tidur (BOR) di RS Memadai

Lonjakan kasus COVID-19 di Sulsel membuat tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di rumah sakit (RS) meningkat. Rumah sakit (RS) yang dijadikan sebagai tempat perawatan pasien COVID-19 disiagakan.

Dari data Satgas COVID-19 Sulsel, kapasitas tempat tidur (TT) perawatan pasien COVID-19 total 4.161. Dimana 163 di antaranya khusus isolasi mandiri lewat program fasilitass isolasi integrasi Pemprov Sulsel. Lalu 2.216 khusus isolasi di RS, dan 302 ruang ICU pada RS di Sulsel.

Selama sepekan periode 1-14 Februari tingkat keterisian BOR TT isolasi RS mencapai 32% atau meningkat 16% seminggu sebelumnya. Berdasarkan data, tingkat keterisian ini masih berstatus memadai.

Sedangkan pada periode yang sama, tingkat BOR TT ICU tujuh hari terakhir mencapai 16,8% atau naik 11,8% dari sepekan sebelumnya. Kondisi ini disebut juga masih aman alias memadai.

Kasus Aktif Corona Makassar Tembus 6.471

Kasus aktif Corona Makassar kini naik menjadi 6.471 kasus. Kenaikan itu imbas dari penambahan 1.106 kasus positif COVID-19 baru di Kota Daeng di tengah PPKM level 3.

Penambahan kasus itu berdasarkan data terbaru Satgas COVID-19 Makassar yang diterima pada Minggu (20/2/2022). Dari data itu turut dilaporkan penambahan angka kesembuhan 314. Sementara angka kematian tercatat nol kasus.

Dengan begitu akumulasi kasus Corona Makassar tembus di angka 56.384 kasus. Di mana 48.894 orang sudah dinyatakan sembuh, sedangkan yang meninggal mencapai 1.019 kasus kematian.

Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Makassar, Adi Novrisa juga mengakui, lonjakan kasus ini efek dari varian Omicron. Situasi yang sudah diperkirakan epidemiolog.

"Namun apa pun jenisnya (varian virus Corona), apabila protokol kesehatan diperketat dan diperkuat, ditambah dengan upaya vaksinasi, diharapkan tidak memberikan gejala klinis yang berat," papar dia, Minggu (20/2).

Vaksinasi Jadi Salah Satu Solusi

Standar pencegahan penularan COVID-19 ada pada pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Di samping vaksinasi turut mendukung untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity).

"Vaksinasi juga bertujuan untuk mendorong terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok. Hal ini penting karena ada sebagian orang yang tidak bisa divaksin karena alasan tertentu," tegas Adi Novrisa.

Dari data Satgas COVID-19 Makassar, cakupan vaksinasi dosis 1 di Kota Daeng tembus 1.012.991 (91,9 %) dari laporan Sabtu (19/2/2022). Sedangkan realisasi dosis 2 mencapai 758.356 (68,8 %) dari total sasaran 1.102.330 warga di Makassar.

Atas realisasi itu diketahui sebanyak 254.635 atau 23,1% warga yang sudah menerima vaksin dosis 1 belum lagi disuntik vaksin dosis kedua. Mereka terancam mengulang vaksinasi dosis kesatu jika belum juga menerima dosis kedua hingga 6 bulan setelah menerima vaksin pertama.

Makanya pihaknya terus memasifkan sosialisasi dan edukasi agar masyarakat paham pentingnya vaksinasi. Vaksinasi lengkap dibutuhkan agar antibodi lebih efektif.

"Tingkat perlindungan yang hanya dosis 1, tentu berbeda dengan dosis yang lengkap," terang Adi.

(sar/nvl)