Kaltara

Geger Petani Tana Tidung Kaltara Hilang Diterkam Buaya 4 Meter

Tim detiksulsel - detikSulsel
Minggu, 20 Feb 2022 06:36 WIB
Detik-detik pria diterkam buaya di Kaltara (Dok. Istimewa)
Foto: Detik-detik pria diterkam buaya di Kaltara (Dok. Istimewa)
Tana Tidung -

Insiden mengerikan menimpa petani bernama Luther (40) usai diterkam buaya 4 meter di Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara). Luther dinyatakan hilang dan terus dalam pencarian SAR gabungan dan warga sekitar.

Luther diterkam buaya di kanal milik PT AHL kilometer 5 Desa Bebatu, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, Kaltara pada Rabu (16/2). Hingga tiga hari berlalu, Sabtu (19/2), jenazah Luther belum ditemukan.


Detik-detik Luther Diterkam Buaya

Peristiwa nahas Luther diterkam buaya 4 meter turut terekam kamera rekan korban dan viral di media sosial. Video itu direkam oleh rekan Luther bernama Martinus (22).

Dalam video viral, tampak Martinus merekam kegiatan di pinggir kanal. Martinus sempat berbicara bahwa di lokasi merupakan tempat orang diterkam buaya.

Diketahui, sebelum diterkam buaya, Luther memang sudah berada di pinggir kanal dan hendak menuju ke dalam kanal. Kembali Martinus yang membuat video, dia sempat berbicara mengenai kanal yang menjadi lokasi tempat orang diterkam buaya.

"Ini bro lagi di lokasi tempat orang dimakan buaya, tapi belum ditemukan sampai sekarang," ucap Martinus dalam video viral.

Martinus juga sempat bergurau dengan menyebut salah satu rekannya yang berada di lokasi sebagai buayanya.

"Ini bro buayanya, ini lagi bikin video," kata Martinus sambil merekam.

Namun tak lama kemudian, korban Luther yang sedang berada di bibir sungai tiba-tiba hilang. Luther diduga kuat diterkam buaya hingga hilang ke dalam sungai.


Penjelasan Kepolisian Setempat

Kapolsek Sesayap Hilir Iptu Jaimin lantas membenarkan bahwa sebelum Luther diterkam, rekan-rekan Luther membuat video dan menyinggung masalah buaya. Dari rekaman itulah diketahui bila yang menerkam Luther merupakan buaya.

"Iya saksi mata sempat merekam, dari rekaman memang hanya terlihat ekornya saja, setelah itu handphone yang digunakan saksi untuk merekam terjatuh," ucap Iptu Jaimin saat dihubungi detiksulsel, Sabtu (19/2/2002).

Diketahui korban dan rekannya memang singgah ke sungai untuk membersihkan badan setelah mengangkat daun nipah.

"Saat kejadian korban bersama 2 rekannya berniat mandi atau membersihkan badan di pinggir sungai," ujar Jaimin.

Jaimin juga menyinggung bila korban sempat berteriak lalu korban menghilang ke dalam air.

"Diperkirakan buaya yang menarik korban Berukuran lebar sekitar 60 Cm dengan panjang 400 Cm," sambungnya.

Peringatan Ada Buaya di Kanal Tak Diindahkan

Jaimin menerangkan di lokasi kejadian sebenarnya telah dipasang plang imbauan agar masyarakat tidak berenang. Namun korban saat itu tidak menghiraukan peringatan itu dan tetap berenang atau mandi.

"Di TKP sudah ada papan peringatan tapi korban mengabaikan dan tetap mandi," ujarnya.

Sejak dinyatakan hilang, korban sampai saat ini masih dalam proses pencarian tim SAR gabungan dan dibantu warga sekitar.

"Di hari ketiga ini kami masih terus melakukan pencarian korban. Kita juga udah menurunkan ekskavator untuk untuk mempermudah pencarian buaya dan korban," kata Jaimin.

Selain itu, sejak Sabtu (19/2) pagi hingga sore hari, pihak keluarga sudah memanggil pawang buaya untuk membantu pencarian korban. Dan rencana malam ini pencarian secara manual akan dilaksanakan kembali.

"Malam ini tim gabungan masih di lokasi mencari buaya dan korban, pencarian kita lakukan secara manual," katanya.

(hmw/hmw)