Anak dan suami Fadia mendirikan perusahaan yang mendapat proyek outsourcing. Sebagian besar karyawan 'Perusahan Ibu' itu ternyata Timses Bupati Pekalongan.
Sebanyak 82 pekerja diduga kurang dibayar antara Juni 2020 dan September 2022. Umumnya, mereka sebagai juru masak, staf dapur dan merupakan pekerja migran.