Menjelang tengah malam Selasa, 28 April 2015 beriringan 9 ambulans membawa para terpidana itu ke Limus Buntu. Tanpa disadari ternyata ada 1 ambulans kosong.
Nenek seorang remaja Prancis yang tewas ditembak oleh polisi mengeluarkan permohonan agar massa ricuh tenang. Nenek itu meminta massa menghentikan kerusuhan.
Bamsoet mengatakan senjata api bela diri dan olahraga hasil kerja sama PT PINDAD dengan PT Dwimitra Pasifik Internasional memiliki berbagai keunggulan.