Kericuhan terjadi dalam aksi demonstrasi di depan Mapolda Bali, 22 orang ditangkap, delapan polisi terluka. Polisi gunakan gas air mata untuk menghalau massa.
Peristiwa itu dipicu oleh hujan monsun. Bencana banjir dan longsor ini memicu situasi mengerikan yang disebut oleh penduduk setempat bagaikan "kiamat".
Seorang pemuda bersenjata pedang mengamuk di sebuah sekolah di kota Fagersta, Swedia tengah. Satu orang tewas dan tiga lainnya luka-luka dalam penyerangan itu.