Detik-detik mencekam saat Kolonel Priyanto cs mengangkut tubuh Handi-Salsa ke dalam mobil usai tertabrak di Nagreg, Kabupaten Bandung terungkap di sidang.
Kolonel Priyanto disebut mencari sungai memakai Google Maps untuk membuang Handi-Salsa usai kecelakaan di Nagrek. Hal itu diungkap Kopda Andreas Dwi Atmoko.
Empat saksi di lokasi kecelakaan Handi dan Salsa dihadirkan di persidangan. Mereka meyakini Handi masih hidup sebelum dibuang oleh Kolonel Priyanto dkk.
Orang tua Handi Saputra (18) dan Salsabila (14) sakit hati dengan Kolonel Priyanto, Kopda Andreas Dwi Atmoko, dan Koptu Achmad Sholeh soal kecelakaan di Nagreg.
Kopda Andreas Dwi tak kuasa menahan tangis saat bersaksi di sidang kasus pembunuhan Handi-Salsa. Anak buah Kolonel Priyanto mengaku ingin menolong Handi-Salsa.
Pertemuan Cak Imin dengan KPU-Bawaslu terpilih dinilai memunculkan kecurigaan publik. Sebab, Ketum PKB itu sebelumnya melontarkan isu penundaan Pemilu 2024.
Anggota DPR kaget dengan pertemuan Cak Imin dengan KPU-Bawaslu terpilih. Dia menilai pertemuan itu memperkeruh suasana di saat ramai isu penundaan pemilu.
Dia menjelaskan tim hukum dari TNI telah dikerahkan. Andika memastikan proses hukum terkait kasus pembunuhan Mayor Ckm dr Beni Arjihans akan diusut tuntas.