Tahun ini ringgit telah melonjak lebih dari 9% terhadap dolar AS. Kenaikan itu membawa ringgit menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di Asia selama 2025.
Pemerintah AS mengaku telah membeli minyak mentah perdana dari Venezuela senilai US$ 500 juta tak lama setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.