Militer Myanmar kini hanya memiliki kendali penuh atas kurang dari seperempat wilayah Myanmar. Mereka digerogoti oleh mata-mata pemberontak pro-demokrasi.
Sejak awal tahun 2024 Pulau Kunti di Sukabumi tidak dibuka untuk umum. Hal ini dilakukan pengelola untuk menjaga konservasi sumberdaya alam dan ekosistemnya.