"Untuk PLTN itu kita mulai on itu 2030 atau 2032. Jadi mau tidak mau kita harus melakukan persiapan semua regulasi yang terkait dengan PLTN," jelas Bahlil.
IESR mengidentifikasi potensi energi terbarukan Indonesia hingga 333 GW. Kajian ini menyoroti perlunya optimalisasi PLTS dan PLTB untuk mencapai target NZE.