Rusia menyebut telah melumpuhkan lebih dari 3.700 fasilitas infrastruktur militer Ukraina dalam apa yang disebutnya 'operasi militer khusus' sejak 24 Februari.
Peraturan Rusia untuk menasionalisasi aset-aset perusahaan asing yang menangguhkan operasinya, membuat Mercedes-Benz terancam kehilangan aset Rp 31,4 triliun.
Menurut Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI), sebelum perang Ukraina pecah, impor senjata Eropa mengalami peningkatan yang nyata.