Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti biaya pinjaman (cost of borrowing) Bank Dunia yang terlalu mahal dibandingkan MDBs sejawat lainnya saat ini.
Bank Indonesia (BI) memastikan akan terus menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian akibat meningkatnya ketegangan Iran dan Israel.