WHO menyuarakan keprihatinan pada 20 anak yang meninggal akibat sirup obat batuk yang terkontaminasi. Diketahui, produksi obat dilakukan di tempat penuh sampah.
Hujan deras dan angin puting beliung melanda Subang, merusak 305 rumah dan fasilitas umum. Satu anak terluka, BPBD siapkan bantuan darurat untuk warga.