Militer AS menargetkan fasilitas Iran setelah tiga kapal perusaknya diserang di Selat Hormuz. Trump menyebut serangan itu sebagai "serangan kasih sayang".
Ukraina menginginkan dana dan teknologi tertentu sebagai imbalan setelah mengirimkan para spesialisnya ke Timur Tengah untuk membantu menembak jatuh drone Iran.
AS menuduh Wakil Menteri Irak dan para pemimpin milisi itu memfasilitasi pengalihan minyak untuk dijual demi keuntungan rezim Teheran dan milisi proksinya.
Wapres Iran, Mohammad Reza Aref, mengatakan negaranya akan merayakan 'kemenangan besar' atas musuh. Ia menyebut Rakyat Iran adalah pemenang Perang Ramadan.