Pejabat pemerintah Malaysia dikritik gara-gara air mineral. Hal ini lantaran mereka kedapatan disuguhi merek air mineral mahal saat sedang rapat di kantornya.
Rapat pleno rekapitulasi di Majalengka diwarnai aksi protes. Hal itu dipicu karena ada dugaan pergeseran suara di pemilihan legislatif (Pileg) DPRD Majalengka.