Ekonom Nailul Huda mengkritik rencana kenaikan PPN 12% pemerintah, menyoroti perlambatan konsumsi dan beban masyarakat kelas menengah yang semakin berat.
Diskon akhir tahun 2024-2025 diproyeksikan mendatangkan penghematan devisa hingga Rp 80 triliun. Airlangga Hartarto optimis target transaksi dapat tercapai.