Garuda Indonesia mencatatkan pemulihan kinerja bisnis 2024 dengan pendapatan naik 16,34% menjadi US$ 3,42 miliar, meski masih mengalami kerugian bersih.
Patrick dinilai memiliki kemampuan mumpuni meningkatkan efisiensi operasional, salah satunya kerja sama komputasi awan atau cloud dengan Alibaba dan Tencent.