Pada Agustus 1945 uang yang beredar adalah campuran dari mata uang Jepang, Belanda, dan bahkan beberapa mata uang lokal yang dicetak oleh pejuang di daerah.
Dalam sidang kasus dugaan pengedaran narkoba di PN Jakarta Pusat, Ammar Zoni meminta izin ke Majelis Hakim untuk diperbolehkan dikunjungi oleh pacar di lapas.