Ipda Thomas Radiena begitu peduli pada literasi anak-anak pesisir pantai di Kupang. Dia menjadikan salah satu ruangan di sudut rumahnya sebagai perpustakaan.
Membawa bekal seharusnya jadi urusan pribadi, namun ada saja kekisruhan seputar bekal yang viral. Bekal ini diejek karena isi hingga kemasannya yang tak biasa.