Korea Utara telah mengirim pasukan untuk membersihkan ranjau di wilayah Kursk, Rusia awal tahun ini. Sebuah pengakuan langka dari pemimpin Korut, Kim Jong Un.
Korut menguji coba sistem senjata baru "mutakhir" yang menggunakan rudal hipersonik, yang bertujuan memperkuat pertahanannya terhadap musuh-musuh Pyongyang.
Korea Utara mengirim 5.000 tentara ke Rusia disebut untuk misi rekonstruksi infrastruktur. Korut diperkirakan kehilangan 2.000 tentara dalam perang Ukraina.