Iran meluncurkan rudal balasan ke Tel Aviv setelah kematian tokoh penting Ali Larijani. Serangan ini menewaskan dua orang dan menyebabkan kerusakan signifikan.
Otoritas Iran buka akses terbatas bagi kapal tanker minyak di Selat Hormuz, hanya untuk negara netral. Kebijakan ini di tengah ketegangan dengan AS dan Israel.
Meski disebut tidak ada kebocoran radiasi setelah serangan AS terhadap tiga fasilitas pengayaan uranium Iran, tingkat kerusakan belum dapat dipastikan.
Iran meluncurkan serangan rudal baru ke Israel pada 14 Juni 2025, menyusul serangan Israel sebelumnya. Sirene peringatan terdengar di beberapa wilayah Israel.
Iran mengizinkan perlintasan terbatas untuk sejumlah kapal tanker minyak di Selat Hormuz, saat perang terus berkecamuk antara Teheran melawan AS dan Israel.