Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rasa terima kasih kepada Rusia atas bantuan di masa awal Indonesia. Bantuan mencakup pembangunan infrastruktur penting.
Pelaku usaha, melalui Shinta Kamdani dari Apindo, menyoroti dampak negatif banyaknya hari libur terhadap produktivitas. Diperlukan regulasi yang lebih adaptif.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan pembiayaan untuk pinjaman online (pinjol) dan buy now pay later (BNPL) masih menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.
Prabowo mengenang jasa Rusia ke Indonesia. Prabowo mengatakan saat Indonesia sangat miskin, Rusia membantu tanpa meminta membayar utang dalam tempo waktu cepat.
Deflasi 0,37% di Indonesia jadi alarm bahaya ekonomi. PHK meningkat, daya beli anjlok, dan pertumbuhan ekonomi diproyeksi di bawah 5% pada kuartal II-2025.