Rusia memblokir akses memainkan Roblox. Pemerintah menuduh platform game milik Roblox Corporation ini mendistribusikan konten ekstremis dan propaganda LGBT.
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez menegaskan bahwa pemerintahnya "tidak pernah" mempertimbangkan untuk menjadi negara bagian ke-51 Amerika Serikat.