Seorang perwira militer Rusia mengklaim helikopter Presiden Vladimir Putin menjadi target serangan drone Ukraina di wilayah Kursk pada tanggal 20 Mei lalu.
Pegiat HAM menyebut dugaan pemindahan dua anak Ukraina ke kamp Korea Utara sebagai bentuk "kejahatan perang." Mereka menuding Moskow memanfaatkan anak-anak.