Presiden AS Donald Trump menetapkan Ikhwanul Muslimin di tiga negara sebagai organisasi teroris. Ikhwanul Muslimin menantang keputusan ini dan menolak tuduhan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengklaim peluang resesi bagi ekonomi Indonesia jauh lebih rendah dibanding Amerika Serikat (AS).