Anggota Komisi V Reni Astuti menuntut transparansi, bahkan audit pemotongan biaya jasa aplikator terhadap pengemudi ojek online (ojol) ataupun taksi online.
Kris Ade Sudiyono dari ATI menjelaskan kenaikan tarif tol diperlukan untuk mengembalikan investasi. Biaya pembangunan tol mencapai Rp 200-400 miliar per km.
Pemerintah rencanakan diskon tarif tol untuk 110 juta pengendara selama libur sekolah Juni-Juli 2025. Asosiasi Jalan Tol mempertanyakan relevansi kebijakan ini.
Anggota Komisi V DPR RI mengungkap keluhan masyarakat tentang pelayanan buruk BUJT, tarif tol tinggi, jalan berlubang, dan kemacetan. Perbaikan diperlukan.
Gabungan ojol se-Indonesia ancam demo lebih besar jika pemerintah tidak menurunkan potongan aplikasi dari 20% menjadi 10%. Tuntutan mendesak untuk keadilan!
Adian Napitupulu, anggota DPR, usul penghapusan biaya layanan dan jasa aplikasi ojol. Ia menilai biaya ini memberatkan konsumen dan tidak memiliki dasar hukum.