AS melancarkan serangan baru ke Iran selama lima malam berturut-turut, meningkatkan ketegangan di Selat Hormuz. Iran menuduh AS melakukan kejahatan perang.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz menegaskan bahwa Israel bertekad untuk mempertahankan pasukannya di "zona keamanan" di Lebanon, Suriah dan Jalur Gaza.
Departemen Luar Negeri AS telah menyetujui penjualan senjata senilai US$1,96 miliar (sekitar Rp 33,5 triliun) untuk memperkuat pertahanan udara Arab Saudi.