Menteri Pertahanan Israel menyetujui rencana penaklukan Kota Gaza dan mengizinkan pemanggilan sekitar 60.000 prajurit cadangan untuk melakukan operasi tersebut.
Pusat Koordinasi Sipil-Militer didirikan di Israel selatan pada 17 Oktober untuk memantau gencatan senjata dan menangani logistik termasuk pengiriman bantuan.
Seorang menteri Israel mengatakan bahwa negaranya bisa mengancam akan mencaplok sebagian wilayah Gaza untuk meningkatkan tekanan terhadap kelompok Hamas.
Israel mengatakan mereka akan bertindak dengan "kekuatan lebih besar" dalam operasi militer di Kota Gaza, kota terbesar di Jalur Gaza yang ingin mereka kuasai.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melakukan evakuasi medis terhadap 41 pasien kritis di Gaza dan 145 pendampingnya untuk menjalani penobatan di luar negeri.