Australia menggugat Telegram karena dinilai membiarkan video eksekusi teroris, penembakan massal, dan konten ekstremis tetap tersedia meski sudah dilaporkan.
Pendiri Telegram Pavel Durov mengumumkan kini memiliki satu miliar pengguna aktif aplikasi perpesanan tersebut. Dalam pengumumannya, Durov menyindir WhatsApp.