Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengakui biaya produksi beras Indonesia lebih tinggi dibandingkan Vietnam dan Thailand, akibat rendahnya subsidi.
Pemerintah salurkan bansos pangan beras 30 kg untuk Oktober-Desember 2026, menyasar 33 juta penerima manfaat dari desil 1-4, untuk stabilkan harga beras.