Kemnaker mencatat 30.000 PHK hingga awal Juni 2025. Menteri Yassierli menekankan pentingnya data valid dan fokus pada program penciptaan lapangan kerja baru.
Sebagian besar pengurangan tenaga kerja ini dilakukan karena ingin mengurangi biaya operasional, hingga perkiraan kondisi ekonomi yang semakin memburuk.