Polisi mengungkap bahan peledak yang digunakan pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta, diduga dibeli online. Korban mengaku paket yang datang untuk ekstrakurikuler.
"Modus operandi melempar pos polisi dengan molotov dan batu adalah ikut-ikutan karena melihat medsos perusakan di beberapa kantor polisi," kata Kapolresta.