Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha, mengatakan ada 45 orang warga negara Indonesia (WNI) di Palestina.
BNPT menjemput sepuluh warga negara Indonesia (WNI) yang diduga terpapar radikalisme dari jaringan Internasional. Mereka dijemput dari Turki dan Afghanistan.