Gunung Anak Krakatau erupsi terus-menerus sejak 4 September 2026, menghasilkan lava fountain dan suara gemuruh. Masyarakat diminta menjauhi radius 3 km.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal minta percepat penanganan karhutla. Kolaborasi semua pihak diperlukan untuk mitigasi dan pencegahan titik api baru.
Heboh daratan baru muncul di sekitar Gunung Anak Krakatau setelah erupsi. Daryono menjelaskan bahwa hal ini adalah endapan vulkanik, bukan gunung api baru.
Daratan baru seluas 30,3 hektare muncul di dekat kawasan Gunung Anak Krakatau. Daratan itu berada di antara Pulau Anak Kratau dan Pulau Sertung, Selat Sunda.