BPS Jawa Timur mencatat inflasi 0,02% pada April 2026, lebih rendah dari inflasi nasional. Kenaikan harga energi dan komoditas global jadi penyebab utama.
Pemerintah mematangkan rencana penyaluran subsidi BBM, LPG, dan listrik agar lebih tepat sasaran melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Kami juga memandang perlu adanya penguatan data statistik supaya lebih secure karena sekarang banyak virus-virus yang mau mencoba memasukkan ke data," ujarnya.